MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
"PERKEMBANGAN DAN PENGARUH BUDAYA BARAT BAGI BANGSA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI"
Disusun Oleh:
Satyo Priyangka (56415441)
KELAS : 1IA03
Fakultas Teknologi Industri
Teknik Informatika
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pada umumnya masuknya budaya asing ke Indonesia sangat cepat
perkembangannya. Masuknya budaya luar bisa melalui banyak cara seperti, sarana
multi media massa elektronik maupun cetak, serta media dunia maya (internet dan
social media) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia. Dampak yang
ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan
asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama
para generasi muda tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa
dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa.
Budaya itu sendiri adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama,
politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Globalisasi adalah keterkaitan dan
ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Awal masuknya kebudayaan asing di
Indonesia melalui penjajahan yang diakukan oleh orang asing, mereka tidak hanya
mengambil rempah-rempah saja tetapi memasukan kebudayaan mereka di Indonesia
sehingga kebudayaan rakyat Indonesia bercampur dengan kebudayaan asing.
Kebiasaan orang-orang barat yang biasa
kita saksikan baik di media
elektronik, cetak maupun secara langsung seperti cara berpakaian dan mode yang telah
menjadi budaya masyarakat
kita khususnya kalangan remaja. Pengaruh ini dapat merambat lebih cepat ke
golongan bawah akibat artis-artis di jagad hiburan yang memiliki tingkat
moderenisasi yang lebih tinggi. Dari perilaku dan gayanya itulah di lihat
sebagai contoh dan layak di tiru karena di anggap lebih maju dan modern.
Umumnya kalangan remaja Indonesia berperilaku ikut-ikutan tanpa selektif
sesuai dengan nilai-nilai agama yang di anut dan adat kebiasaan yang mereka
miliki. Para remaja juga merasa bahwa kebudayaan di negrinya sendiri terkesan
jauh dari moderenisasi. Sehingga para remaja merasa gengsi kalau tidak
mengikuti perkembangan zaman meskipun bertentangan dengan nilai-nilai ajaran
agama dan budayanya. Sehingga pada akhirnya para remaja lebih menyukai
kebudayaan barat, dibandingkan dengan kebudayaan kita sendiri. Dan kini
nilai-nilai kebudayaan kita semakin terkikis karena di sebabkan oleh pengaruh
budaya Asing yang masuk ke Negara kita.
Jika pengaruh-pengaruh di atas
dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi
rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai
nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa
sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah
penerus masa depan bangsa.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan
ketahanan budaya bangsa, maka Pembangunan Nasional perlu bertitik-tolak dari
upaya-upaya pengembangan kesenian yang mampu melahirkan “nilai-tambah
kultural”. Seni-seni lokal dan nasional perlu
tetap dilanggengkan, karena berakar dalam budaya masyarakat. Melalui
sentuhan-sentuhan nilai-nilai dan nafas baru, akan mengundang apresiasi dan
menumbuhkan sikap posesif terhadap pembaharuan dan pengayaan karya-karya
seni. Di sinilah awal dari
kesenian menjadi kekayaan budaya dan “modal social - kultural” masyarakat.
PEMBAHASAN
A. PERKEMBANGAN BUDAYA
ASING DI ERA GLOBALISASI
Seiring dengan masuknya era globalisasi saat ini, turut
mengiringi budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Di zaman yang serba
canggih ini, perkembangan kemutahiran tekhnologi tidak dibarengi dengan
budaya-budaya asing positif yang masuk. Budaya asing masuk ke negeri kita
secara bebas tanpa ada filterisasi. Perkembangan pesat era globalisasi saat ini
semakin menekan proses akulturasi budaya terutatama pengaruh budaya Barat.
Dengan kemajuan teknologi modern mempercepat akses pengetahuan tentang budaya lain.
Membawa perubahan sampai ke tigkat dasar kehidupan manusia di Indonesia.
Pengaruh interaksi dengan budaya Barat mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia.
Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi
yang hadir dalam kehidupannya, tetapi mereka belum bisa memilah mana yang
sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku dan mana yang tidak sesuai dengan
aturan serta norma yang berlaku di negara Republik Indonesia, sebagai contoh
yaitu: cara berpakaian anak-anak remaja Indonesia yang sudah jauh melenceng
dari aturan-aturan agama dan norma yang ada. Mereka menggunakan pakaian yang
minim bahan sehingga ada bagian tubuh yang seharusnya tidak diperlihatkan malah
diperlihatkan. Masuknya budaya asing diindonesia bisa melalui banyak cara salah
satunya adalah melalui social media. Kaum remaja biasa melihat fashion orang
asing. Mulai dari cara berpakaian hingga gaya rambut sehingga mereka dengan
mudah terpengaruh dengan fashion orang barat, jujur saya sendiri juga mengikuti
perkembangan fashion budaya barat. Dari yang ingin hanya melihat saja disosial
media menjadi ingin mencoba fashion orang asing yang saat ini sedang tren.
Padahal cara berpakaian mereka dengan cara berpakaian yang diajarkan oleh orang
tua kita sangat jauh berbeda. Orang Indonesia cenderung ingin mencoba gaya yang
mereka anggap baik dan bagus untung di pakai sehingga kaum remaja seperti kita
ini dengan mudah terpengaruh. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan
menjadi cermin moderen. Hal ini jelas mengikis perilaku dan tindakan seseorang.
Hembusan pengaruh Barat, di anggap
sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Padahal belum
tentu sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakat sendiri. Keadaan
ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang menjadi warisan terjadi
kebudayaan masyarakat nusantara. Dari sinilah juga nilai tradisional secara
perlahan mengalami kepunahan karena tidak mampu bersaing dengan budaya moderen
dalam bentuk pergaulan masyarakat.
Dalam era globalisasi ini, jati diri bangsa Indonesia perlu
dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini
diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya
asing yang jelas-jelas tidak sesuai dan (bahkan) tidak cocok dengan bahasa dan
budaya bangsa Indonesia. Pengaruh dari luar atau pengaruh asing ini sangat
besar kemungkinannya terjadi pada era globalisasi ini. Batas antarnegara yang
sudah tidak jelas dan tidak ada lagi, serta pengaruh alat komunikasi yang
begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia,
termasuk jati diri bahasa Indonesia. Sudah barang tentu, hal ini semua
menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, yaitu pematuhan
aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan siatuasi
dan kondisi pemakaiannya. Dengan kata lain, pemakai bahasa Indonesia yang
berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah
atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan
kondisinya.
Pada awalnya pintu masuk kebudayaan Asing di Indonesia adalah
melalui kegiatan penjajahan para orang Asing di Indonesia. Tidak hanya
mengambil hasil rempah-rempah dan menjajah pada umunya, tetapi mereka juga
menanamkan budaya mereka untuk mencampuri kebudayaan Indonesia. Berbeda dengan
masa penjajahan, pada zaman sekarang pintu masuk kebudayaan Asing itu
melalui kemajuan teknologi
dan informasi. Dizaman dahulu salah satu contoh masuknya budaya asing, yaitu:
gaya arsitektur keraton Yogyakarta yang mengarah ala-ala Japanese.
Para kaum remaja di Indonesia sudah jarang sekali mempelajari
kebudayaan – kebudayaan lokal, tetapi anak anak lebih suka bermain play station
dan bermain ke time zone. Sangat jarang saat ini saya melihat anak anak bermain
kuda lumping, dakon, gobak sodor dll. Tetapi saat ini ada stasiun TV negeri
secara konsisten menayangkan acara budaya - budaya Indonesia. Selain itu banyak
Negara Negara tetangga yang mengklaim kebudayaan – kebudayaan kita, seperti
contoh:
1. Tari reog ponorogo
dari jawa timur oleh pemerintah Malaysia.
2. Alat music gamelan
dari jawa oleh pemerintah Malaysia.
3. Kain ulos dari
Sumatra utara oleh Malaysia
4. Alat music angklung
oleh Malaysia dan masih banyak lagi.
Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bangga memiliki warisan
budaya tersebut dan memberikan apresiasi dengan cara menjaga budaya kita agar
tidak diklaim oleh Negara asing.
B. PERILAKU
MASYARAKAT TERHADAP BUDAYA ASING.
Perilaku atau respon masyarakat Indonesia terhadap masuknya
budaya asing sebagian ada yang menerima sebagian ada yang tidak menerima budaya
asing masuk di Indonesia. Tapi tentunya sebagian besar rakyat Indonesia
menerima kebudayaan asing masuk ke Indonesia.
Contoh respon masyarakat yang tidak menerima kebudayaam asing, seperti:
1. Perilaku masyarakat yang bersifat tertutup atau kurang membuka diri untuk berhubungan dengan masyarakat lain.
2. Masih memegang teguh tradisi yang sudah ada.
3. Berpegang terhadap ideologinya dan beranggapan sesuatu yang baru bertentangan dengan idiologi masyarakat yang sudah ada.
Contoh respon masyarakat yang menerima kebudayaan asing, seperti:
1. Mengikuti trend yang ada
2. Bersikap terbuka terhadap budaya asing.
C. DAMPAK POSITIF DAN
NEGATIF BUDAYA ASING DI INDONESIA
Ø DAMPAK POSITIF:
Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan elektronik, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
- Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
- Terjadinya industrialisasi
- Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka
- Produktifitas dunia industri semakin meningkat
- Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
- Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- Terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik
Ø DAMPAK NEGATIF:
Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan elektronik, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
- Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
- Terjadinya industrialisasi
- Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka
- Produktifitas dunia industri semakin meningkat
- Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
- Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
- Terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik
Contoh dampak
negatif:
jika dalam penggunaan teknologi tidak
dapat digunakan dengan benar dan sebaik-baiknya maka tentunya akan menjadi sangat berbahaya
bahkan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh yaitu,
penipuan, perjudian, kejahatan dunia maya dan lain sebagainya. Oleh karena itu
kita sebagai manusia haruslah selektif dalam memilih hal yang baik dan jangan
merugikan diri sendiri serta orang lain.
D. UPAYA MENGATASI
DAMPAK NEGATIF.
Untuk mengatasi pengaruh kebudayaan
Asing terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya untuk membentengi kalangan remaja dari pengaruh negatif
diperlukan pelibatan semua pihak terutama pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat
seperti, para ulama budayawan serta keterlibatan orang tua di rumah.
· Peranan Pemerintah
Pemerintah hendaknya dapat mengambil
kebijakan strategis melalui penataan ulang sistem pendidikan terutama mengenai
pengaturan kurikulum.
Umumnya di setiap sekolah menerapkan sistem pengajaran pengetahuan mengenai
ilmu keagamaan kepada para remaja sekolah dengan waktu yang berjalan selama dua
jam dalam se-minggu saja. Tentu saja ini kurang memadai waktunya untuk
mengharapkan sebuah perubahan prilaku siswa sehingga memerluikan penambahan jam
pelajaran atau kreatifitas guru bidang study tersebut dalam bentuk kegiatan
keagamaan di lingkungan sekolah seperti kegiatan pengajian atau kajian-kajian
tematik menurut pandangan agama. Sebaiknya pemerintah menata ulang sistem
pendidikan dan mendorong kreatifitas guru bidang study. Mengenai pelajaran dan
pemahaman keagamaan sesungguhnya tidak hanya terpaku pada bidang study agama
yang dinilai waktunya kurang memadai tersebut tetap setiap guru mata pelajaran
umum juga dapat memasukkan nilai-nilai agama ketika mengajar di hadapan
siswanya. Misalnya, mata pelajaran geografi, guru dapat menjelaskan kekuasaan
Tuhan menciptakan langit dan bumi, sejarah perjuangan nasional yang dipelopori
atau dimpin oleh ulama atau pejuang Islam seperti Pengeran Diponegoro, Sultan
Hasanuddin dan lainnya. Tokoh-tokoh pejuang
tersebut sekaligus merupakan bentuk perlawan terhadap penjajahan negara asing
yang inin menguasai wilayah dan sumber daya ekonomi Indonesia juga sekaligus
menyebarkan kebuadyaannya..
· Peranan orang tua dan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan anak
yang paling banyak waktunya. Orang tua adalah figur utama dalam keluarga yang
paling bertanggujawab terhadap masa depan anak-anak dan anggota keluarga
lainnya. Oleh karena itu, lingkungan keluarga sangat berkontribusi terhadap
kualitas prilaku atau akhlak anggota keluarga terutama anak-anaknya. Lingkungan
keluarga dan lingkungan sosial harus tetap beriklim positif dalam artian orang-orang
yang ada dalam sekitar kita harus orang-orang yang “tidak membawa kita kedalam
kesesatan”.Orangtua harus bisa mengambil porsi lebih banyak diantara porsi yang
lainnya.
Peran orang tua sangat amat
dibutuhkan, selain mengawasi anak-anak dan dengan siapa dia bergaul, tetapi
sesekali orang tua harus turun langsung mengawasi anak-anaknya agar jangan
sampai anak-anaknya bisa salah gaul. Pada masyarakat modern, seorang remaja
sangat tergantung pada cara orang tua atau keluarga mendidiknya. Melalu
interaksi dalam keluarga, remaja akan mempelajari pola perilaku, sikap,
keyakinan dan cita-cita dan nilai dalam keluarga dan masyarakat.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh dan perkembangan kebudayaan asing turut
dalam perkembangan budaya Indonesia khususnya terhadap kehidupan, kebudayaan
dan alam fikiran di kalangan remaja yang dapat merusak ekosistem generasi muda
ke depannya.
F. SARAN
Sebagai generasi muda hendaknya dapat
berperilaku yang selektif terhadap pengaruh globalisasi sesuai dengan
nilai-nilai agama yang di anut dan adat kebiasaan di negrinya dan dapat memilah
kebudayaan asing yang patut dicontoh dan yang ditidak patut dicontoh. Serta menanamkan
nilai-nilai pancasila dan melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik-baiknya. Dan
jangan lupa memiliki semangat nasionalisme yang tangguh, seperti mencintai
produk dalam negri.
DAFTAR
PUSTAKA
Listyarti Retno, Dra. (2006): Pendidikan Kewarganegaraan.
Jakarta: Erlangga
Cohen,Bruce J. (1992). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rinek
Cipta.
Sidi Gazalba, Perubahan Sosialbudaya. Jakarta : Pustaka AlHusna,
1983.
www.artikelsiana.com/2014/09/repons-masyarakat-perubahan-sosial-budaya.html?m=1#_
